Pages

Friday, November 5, 2010

Definisi Ulil Albab yang Sesungguhnya

إِنَّفِي خَلْقِالسَّمَاوَاتِوَالأَرْضِوَاخْتِلاَفِاللَّيْلِوَالنَّهَارِلآيَاتٍلِّأُوْلِيالألْبَابِ
الَّذِينَيَذْكُرُونَاللّهَقِيَامًا وَقُعُودًاوَعَلَىَجُنُوبِهِمْوَيَتَفَكَّرُونَفِي خَلْقِالسَّمَاوَاتِوَالأَرْضِرَبَّنَامَاخَلَقْتَهَذا بَاطِلاًسُبْحَانَكَفَقِنَاعَذَابَالنَّارِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulil Albab. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (Ali Imran: 190-191)

Dalam kitab-kitab terjemah Al-Qur'an, kata Ulil Albab seringkali dimaknai dengan "orang-orang yang berakal atau berpikir", karena merujuk pada kalimat dalam ayat 191, "dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi". Kemudian banyak yang menafsirkan bahwa "orang-orang yang berpikir" tsb adalah para cendekiawan (pemikir; ilmuwan). Apakah setiap orang yang melakukan aktivitas berpikir seperti mereka otomatis tergolong Ulil Albab?

Belum tentu... bahkan kebanyakan tidak.

Bermula dari Satu Titik

Titik didefinisikan sebagai sebuah ketiadaan... karena bervolume nol dengan kepadatan (massa jenis) tidak terbatas. Jadi tanda titik [.] sesungguhnya hanyalah sebuah simbol untuk melambangkan sesuatu yg bernama titik. Tapi itu bukanlah wujud dari titik itu sendiri.

Sekumpulan dari titik akan membentuk sebuah garis... berupa wujud 1 dimensi.
Sekumpulan dari garis akan membentuk sebuah luasan... berupa wujud 2 dimensi.
Dan sekumpulan dari luasan akan membangun sebuah ruang berwujud 3 dimensi.

Ya... bermula dari satu titik, maka blog ini saya buat.